Surat Guru Honorer Yang Ditahan Polisi Karena Ancam Menpan-RB

By | March 11, 2016

Mashudi seorang guru honorer yang kini mendekam dibalik sel, mengirim sebuah surat yang ditujukan kepada MenPan-RB Yuddy Chrisnanddy, surat itu berisi keluh kesahnya selama di balik jeruji besi.

Mashudi adalah seorang guru honorer di SMAN 1 Ketanggung Brebes, dia tak menyangka harus berurusan dengan pihak berwajib. Dia ditangkap Polda Metro Jaya, Kamis 3 Maret 2016, di Brebes, Jawa Tengah.

Alasan penangkapan karena Mashudi ditangkap lantaran dianggap mengirim ancaman kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Yuddy Chrisnandi. Akhirnya dia dilaporkan oleh staf-nya ke polisi, lalu polisi pun bergerak dan dengan cepat menelusuri nomor Mashudi.

Setelah ditangkap dan jadi penghuni jeruji besi, Mashudi mengirimkan surat melalui mantan menteri pertanian Suswono, untuk disampaikan pada Menpan-RB. Surat ini ditulis diatas selembar kertas dengan tinta hitam.

Berikut isi surat Mashudi:

Gara-gara SMS tidak menyenangkan kepada MenPAN-RB (Prof. dr. H. Yuddy Chrisnadi) honorer K2 asli Kabupaten Brebes ditahan di Polda Metro Jaya (Mashudi, S.Pd)

K2 asli mengabdi di instansi pemerintah selama 16 tahun dengan honor tertinggi tahun 2016 Rp350 rb.

Masa penahanan penuh dengan kekerasan, 16 tahun kesengsaraan menjadi guru honorer ternyata tidak cukup, harus dibalas dengan jeruji besi yang penuh dengan teman yang benar-benar melakukan kejahatan, cuma gara-gara s tidak menyenangkan

Ya Allah ampunilah segala dosa-dosaku, bukakanlah pintu hati bapak MenPAN-RB (Prof. dr. H Yuddy Chrisnadi) dan keluarganya serta staf ahli MenPAN Bapak Reza Pahlevi supaya memaafku dan membebaskanky dan mengangkat derajatku menjadi PNS.

Mashudi, S.Pd bukan teroris, Mashudi, S.Pd cuma guru honorer K2 asli Kabupaten Brebes yang ingin menjadi PNS mengabdi pada bangsa dan negara Indonesia tercinta.

Kepada teman-teman K2 (FHK2I) di seluruh tanah air, mohon dengan sangat tolong aku dibebaskan dari jeruji besi, Mashudi, S.Pd tulang punggung keluarga sudah tidak punya orang tua, anak dan istri dirumah nasibnya sengsara gara-gara ayahnya di tahan di Polda Metro Jaya.

Kepada Bapak Presiden Joko Widodo, mohon dengan sangat K2 asli diangkat sampai tuntas, mohon dengan sangat Mashudi, S.Pd dibebaskan. Keluarga, anak dan istri, murid-murid menunggu kinerja saya aktif kembali di sekolah.

Kepada Bapak/Ibu: DPR, DPD, DPRD, Kabupaten Brebes, Bupati Brebes, PGRI Brebes, Dewan Pendidikan Brebes, Dinas Pendidikan Brebes, FHK2I mohon aku dibebaskan dari tahanan secepatnya!

Gara-gara ditahan keluargaku sengsara, hutangku bertambah banyak karena Mashudi tulang punggung keluarga.

Semoga ada jalan terbaik untuk masalah ini. Honorer memang masih dianggap sebelah mata oleh Pemerintah, tapi apa jadinya jika tidak ada honorer di Negeri ini? Mampukah PNS melakukan semua pekerjaannya tanpa Honorer dengan bayaran murah ini?

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *